Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pasangan Yang Ideal Menurut Islam

purwomp - Pernikahan adalah ikatan yang suci dan sakral, serta perjanjian yang kokoh. Sedangkan pasangan merupakan pendamping sepanjang umur dan penopang kehidupan. Dari sinilah pentingnya ketelitian dalam memilih pasangan, tidak tergesa-gesa dalam menjatuhkan pilihan sebelum mengetahui akhlak dan agamanya.


Dasar utama dalam menentukan pilihan adalah agama dan akhlak. Siapa yang memilih berdasarkan asa ini, maka pilihannya adalah pilihan yang terbaik, dan siapa yang melecehkan agama dan akhlaknya dalam memilih pasangan maka pilihannya yang terburuk. Siapa yang memilih pasangan hidup karena harta dan kedudukan atau kecantikan semata sungguh dia telah merugi dengan kerugian yang nyata.

Rasululloh SAW Bersabda :

Wanita itu dinikahi karena empat hal yakni karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Namun, pilihlah yang beragama, niscaya kamu akan mendapat ketenangan. (HR. Bukhari dan Muslim) 

 Wanita salehah akan selalu menolong suaminya dalam ketaatan dan tidak akan pernah menjerumuskan suaminya untuk berbuat maksiat. Dia akan selalu berusaha menyenangkan suaminya serta jujur dalam segala hal.

Adapun orang yang tergesa-gesa dalam menentukan pilihan hidupnya, memilih berdasarkan kecantikan atau karena harta tanpa memperdulikan agama, maka kecantikan akan sirna sebagai mana harta juga akan habis. Akhirnya, tinggallah akhlak yang buruk yang tidak bertanggungan oleh suami.

Islam juga menganjurkan kepada pemuda untuk memilih wanita yang solehah yang akan menjadi isterinya. Islam juga menganjurkan kepada wali perempuan untuk memilihkan pasangan putrinya dan mengesampingkan masalah-masalah lain selain agama.

Karena, biasanya wali perempuan akan lebih senang dengan calon menantu yang kaya dan berada. Tanpa berpikir panjang, dia akan merestui tanpa memperhatikan agama dan akhlaknya. Berkenaan dengan teliti dalam menentukan pilihan, Rasululloh SAW Bersabda :

Bila seorang laki-laki yang agama dan kejujurannya sudah kalian akui, maka nikahkanlah dia. Jangan sampai kalian tidak menerima lamarannya, kalau demikian, maka kerusakan di bumi akan merajalela.(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Benar, fitnah apa lagi yang lebih besar daripada mengutamakan si kaya yang jahat dari si fakir yang shaleh. Orang yang tak beragama hanya ingin mempermainkan agama dan menganggap lemah orang yang fakir, sehingga mereka putus asa untuk menikah.

Allah telah memperingatkan orang mukmim untuk menerima lamaran laki-laki mukmin, walaupun ia fakir, sehingga Allah akan memberikan kekayaan kepadanya. Allah SWT Berfirman :

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayanmu yang laki-laki dan yang perempuan. Jika mereka miskin, maka Alloh akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. (An. Nur (24) : 32)

 Maka, wali jangan hanya memandang kekayaan sebelum melihat akhlaknya dan kejujurannya. Seorang wanita janganlah terpengaruh karena harta dan meremehkan agama dan akhlak. Betapa banyak pemuda kaya (yang tidak beragama dan tidak berakhlak) yang menikah, tetapi pernikahan mereka hanya membuahkan kegagalan, yang terjadi adalah penyesalan setelah waktu dan kesempatan yang paling berharga berlalu. Oleh karenanya, berhati-hatilah dalam menentukan pilihan sebelum penyesalan datang.

Terjemahan dari "Buyutuna Kama Yajibu Antakuna" Penulis " 'Adil Fathi 'Abdullah "

Posting Komentar untuk "Pasangan Yang Ideal Menurut Islam"