Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Pejalan Kaki Dari Sumatera Menuju Banyuwangi

Beberapa bulan ini kita dihadapkan berbagai cerita disosmed yang sedang viral yakni ada seorang pejalan kaki dari Sumatra menuju Banyuwangi yang hanya ingin memenuhi nadzarnya. Dari berita yang beredar disosmed Facebook ada yang bilang katanya dulu sakit lumpuh beberapa bulan dan setelah sembuh ingin menemui ibunya yang ada di Banyuwangi. Hanya untuk mencium kaki sang ibu.



Diperjalanan yang dilaluinya pejalan kaki ini jadi viral karena banyak orang yang mengupload fotonya. Bahkan sampai ada yang mengawalnya sampai jauh. Banyak cerita di sosmed, ada juga yang sampai tanya kabar sampai dimana sekarang?. Banyak juga yang membantunya baik tenaga, materi bahkan memberi makan sampai sampai tidurpun ditunggui.

Dan cerita nadzar itu pun sirna setelah akan sampai di Banyuwangi ada berita bahwa pejalan kaki tersebut berbohong. Kebohongannya terungkap dari salah satu fans page yakni meditv yang mengatakan bahwa ibunya ada di Sumatera. Itupun banyak orang yang belum percaya. Setelah muncul video klarifikasi dari pejalan kaki itu sendiri baru orang orang percaya.

Pemilik fanspage itupun sampai facebooknya direport diblokir dari pengguna Facebook lainnya agar fanspagenya dihapus.

Ada videonya juga kalau dia ingin kembali ke Sumatera untuk dibelikan tiket. Kemudian ada pula yang bertanya " uang yang terkumpul berapa??"

Sang pejalan kaki tersebut menjawab kurang lebih begini "uang yang terkumpul kurang lebih 50 juta"

Banyak orang sejak awal sudah percaya kalau dia ingin memenuhi nadzarnya yang ingin menemui ibunya sejak sembuh dari sakit lumpuh. Namun ending dari kisah pejalan kaki ini hanya sebuah drama jika sang pejalan kaki ini ke Banyuwangi ingin mencari temannya.

Kisah diatas yang bisa diambil hikmahnya adalah jangan percaya orang yang belum dikenal atau dengan kepolosannya. Jika ingin membantu bantulah orang orang terdekat anda yang masih banyak membutuhkan uluran tangan kita dibanding orang yang belum kita kenal.

Untuk itu setelah ada peristiwa seperti ini kita bisa lebih hati-hati lagi dalam mencerna sebuah berita. Jangan langsung ikut kedalamnya sebelum mengetahui kebenarannya.

Posting Komentar untuk "Kisah Pejalan Kaki Dari Sumatera Menuju Banyuwangi"